Google Translate Bahasa Indonesia Meragukan

Mohamad Adriyanto – Samarinda

Terus terang ini adalah layanan online yang ditunggu-tunggu banyak pihak selama bertahun-tahun. Layanan ini baru muncul beberapa hari lalu dalam bentuk beta. Sulit menerangkan betapa bahagianya saya menyaksikan layanan baru ini, layanan translate (penterjemahan) dari Bahasa Indonesia ke bahasa lain yang disediakan Google Inc. Walau masih dalam tahap beta (percobaan), namun layanan ini sudah sangat menjanjikan dan menyediakan berbagai fitur layanan yang sangat baik.
 
Selama ini Google Translate belum menyediakan versi Bahasa Indonesia, padahal bahasa lain seperti Prancis, Arab, Cina dll sudah ada duluan. Munculnya versi Bahasa Indonesia juga diikuti dengan berbagai perbaikan teknologi Google Translate seperti fitur “usulan perbaikan” dimana anda bisa mengusulkan perbaikan hasil terjemahan serta juga widget “Translate Web” yang bisa langsung diletakkan di halaman web manapun. 
 
Saya sungguh bahagia karena layanan ini saya yakini 100% akan mampu membuat keterlibatan bangsa Indonesia dalam kancah ilmu pengetahuan dunia akan semakin berkembang dengan sangat pesat. Kelemahan utama bangsa Indonesia selama ini adalah pada kemampuan yang sangat minim dalam penguasaan bahasa pengantar utama dunia. Terima kasih pada kemajuan teknologi informasi. Dengan adanya teknologi semacam ini paling tidak ada dua hal yang akan langsung bisa dirasakan manfaatnya. Satu, informasi bangsa kita dalam Bahasa Indonesia akan dengan mudah dibaca dan dimengerti oleh bangsa lain di dunia. Kedua, milyaran (bahkan triliunan) halaman web berbahasa non-Indonesia akan bisa diakses oleh bangsa Indonesia tanpa harus menguasai bahasanya terlebih dahulu. Luar biasa…! 

Berikut adalah contoh bagaimana Google Translate menterjemahkan teks bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Secara umum sangat baik.
 
Technology education is a study of technology, which provides an opportunity for students to learn about the processes and knowledge related to technology. 
 
Teknologi pendidikan adalah studi teknologi, yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar mengenai proses yang berkaitan dengan pengetahuan dan teknologi. 
 
Beberapa “kesalahan” kecil terjadi, misalnya Google menghindari menterjemahkan kata “a” dan “an” dan membiarkannya blank. Contoh diatas adalah dari “a study” yang diterjemahkan hanya sebagai “studi”, dan “an opportunity” yang dibiarkan sebagai “kesempatan” saja. Bayangan saya, Google mengambil jalan itu untuk menghindari kesalahan pemilihan kata “se-” dalam bahasa Indonesia yang penggunaannya bermacam-macam seperti suatu, sesuatu, sebuah, dan banyak lagi “se-” yang bisa mennggantikan “a” dan “an”. Dari pada salah, biarkan blank saja. Lucu juga kalau “a study” oleh komputer Google kemudian diartikan sebagai setangkup studi misalnya.
 
Lihat juga satu lagi kelemahan Google dalam menterjemahkan “the processes and knowledge related to technology” menjadi “proses yang berkaitan dengan pengetahuan dan teknologi”. Lihat kesalahannya? Cukup fatal. Google gagal mengidentifikasi “process and knowledge” sebagai suatu kesatuan obyek dan malah memecahnya menjadi “pengetahuan dan teknologi”. Perbaikannya, komputer penterjemah otomatis Google harus mampu mengindetifikasi berbagai fungsi “dan” agar tidak terpeleset dengan kesalahan seperti ini.
 
Kemudian contoh satu lagi masih dalam topik yang sama mengenai technology education yang saya ambil dari Wikipedia.
 
The term “technology education” is frequently shortened to “tech ed”.
 
Istilah “teknologi pendidikan” sering diperpendek menjadi “tech ed”.
 
Tampaknya Google gagal membedakan prinsip DM (diterangkan-menerangkan) dalam bahasa Indonesia versus MD (menerangkan-diterangkan) di bahasa Inggris. Dan dalam kasus diatas dimana “technology education” diterjemahkan menjadi “teknologi pendidikan”, hasilnya bisa berbeda jauh dan cukup fatal. Harusnya, dengan memasukkan prinsip DM dalam algoritma penterjemahannya, hasilnya bisa berbeda jauh dan menjadi “pendidikan teknologi” (yang benar). 
 
Atau mungkin karena ada tanda petik dalam kata diatas, sehingga Google menganggap semua yang ada didalam tanda petik adalah sesuatu yang fixed?
 
Ternyata tidak juga, dalam lanjutannya teks diatas, bisa dilihat dimana Google menterjemahkan “bringing laboratory activities to students” menjadi “membawa laboratorium untuk kegiatan siswa”. Laboratory activities adalah istilah berbasis MD, harusnya diterjemahkan “kegiatan laboratorium” (prinsip DM), namun malah hasil olahan Google menjadi semakin jauh😦
 
Namun jangan kecil hati dengan ulasan saya diatas. Google menyediakan ruang perbaikan yang sangat lebar untuk aplikasi baru mereka ini. Pembaca bisa memberikan masukan atas hasil terjemahan yang dianggap tidak tepat. Jadi peran kita bersamalah (orang Indonesia yang peduli) untuk memperbaiki aplikasi ini untuk kebaikan kita bersama, kemajuan bangsa Indonesia. Jadi, bila anda menemukan kesalahan-kesalahan, luangkanlah waktu anda untuk memberi usulan perbaikan. Kemudian, biarkan tim orang-orang pintar yang sudah dibayar mahal oleh Google untuk memperbaikinya. Setuju?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: