SMA Nakamura: Cara Jepang mengatur jadwal belajar siswa, kalender akademik dan aktifitas sekolah

rado habeahan

SMA Nakamura merupakan SMA dengan level menengah ke atas. SMA Nakamura berdiri pada tahun 1953 dan seperti halnya sekolah-sekolah yang lain di Jepang memiliki fasilitas sekolah yang lengkap. SMA Nakamura adalah SMA yang menganut sistem full time course dengan hari belajar dari Senin hingga Jumat, dan bertujuan untuk mengarahkan lulusannya melanjutkan ke PT. Ada 935 siswa yang sedang belajar di SMA Nakamura, terdiri dari 8 kelas untuk masing-masing tingkatan. Masing-masing kelas terdiri dari 40 orang siswa. Mereka diajar oleh 61 guru tetap dan 19 guru honorer.

Sebagaimana SMA lainnya di Jepang, jam pelajaran pertama dimulai pada pukul 8:45, dan jam pelajaran terakhir (jam ke-6) berakhir pada pkl 15.15. Terdapat 31 jam pelajaran selama 5 hari belajar, yaitu masing-masing 6 jam, dan perkecualian untuk hari Rabu

terdapat 7 jam pelajaran. Satu jam pelajaran lamanya 50 menit.

Mata pelajaran yang diajarkan adalah :

* Bahasa Jepang,
* Geografi/Sejarah,
* Pendidikan Kewarganegaraan,
* Matematika,
* Pendidikan Jasmani dan OR,
* Pendidikan Seni,
* Bahasa Asing (Bhs Inggris),
* Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (Memasak), IT,
* dan integrated course.

Ujian berlangsung sebanyak 5 kali pada bulan Mei, Juli, Oktober, Desember dan Februari. Tahun akademik dimulai pada bulan April, yang merupakan ketentuan yang sama di semua level pendidikan di Jepang. Semester ganjil dimulai pada bulan April dan diakhiri pada bulan Juli pertengahan. Pada bulan Januari biasanya para lulusan SMA harus mengikuti UMPTN untuk masuk PTN.

Kalender akademik sekolah pada dasarnya sama dengan sekolah-sekolah yang lain, yaitu dimulai dengan kegiatan pada sbb:

Semester 1

* April : Penerimaan siswa baru, Perpisahan guru-guru yang dipindahkan ke sekolah lain, Tes Akademik (Ujian), Tes Kesehatan, dan Orientasi Karir bagi kelas 3.
* Mei : Pemilihan pengurus Parent Teacher Association(PTA), Ujian mid semester, Orientasi Karir untuk kelas 2, Sports Day (Ball Game Tournaments).
* Juni : Penggantian seragam dari musim dingin ke musim panas, praktek mengajar calon guru, Belajar dari alumni (kls 1), dan Ujian untuk kls 3
* Juli : Ujian akhir semester, Pertemuan PTA, closing ceremony, Acara bersih sekolah akhir semester, Tambahan Pelajaran, Pertemuan PTA antar wilayah, Camping
* Agustus : Pemilihan pengurus Asosiasi Alumni, Open Day, School Day, Camping, Persiapan untuk festival sekolah (pertengahan Juli hingga akhir Agustus adalah masa liburan musim panas)

Semester 2 :

* September : Opening Ceremony, Tes Kemampuan Akademik (Ujian), Festival Sekolah
* Oktober : Penggantian seragam dari musim panas ke musim dingin, trip sekolah dan acara bebas yang diputuskan sendiri oleh siswa (untuk anak kelas 1 dan kelas 3), Ujian mid semester, Kuliah dari Universitas untuk anak kelas 2
* November : Masa Ulangan, Tes Kemampuan Akademik untuk kelas 3, Reading session untuk kelas 1
* Desember : Masa ulangan, closing ceremony, Acara bersih-bersih akhir tahun, tambahan pelajaran
* Pertengahan Desember hingga pertengahan Januari adalah masa liburan musim dingin.
* Januari : Opening ceremony, Tes Kemampuan Akademik, Ujian Akhir untuk kls 3, Reading Session untuk kls 2.
* Februari : Ujian masuk SMA untuk calon-calon yang terpilih, Ujian akhir untuk kls 1 dan 2, Persiapan Wisuda.
* Maret : Wisuda, Ujian Masuk SMA untuk pendaftar biasa, Field Study untuk kls 1, Closing ceremony, Acara bersih akhir semester, dan Ujian susulan
* Pertengahan Maret mulai berlangsung liburan musim semi di mana siswa dapat menikmati keindahan sakura.

Salah satu ciri khas SMA Nakamura adalah Reading Session yang diselenggarakan untuk kelas 1 dan 2. Pada kegiatan ini masing-masing kelas dianjurkan untuk memilih satu buku yang akan didiskusikan bersama di dalam kelas. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang luas dan saling pengertian antarsiswa dalam mengeluarkan pendapat dan mengapresiasi pendapat orang lain.

SMA Nakamura telah menjalin program Sister School dengan Melbourne Girl School (Australia). Juga mengikutkan siswanya dalam program Summer Camp di US. Beban biaya program pertukaran siswa ditanggung sepenuhnya oleh orang tua, dan ini merupakan program yang ditawarkan kepada siswa. Tampaknya berlaku sama di semua sekolah bahwa kesempatan untuk mengikuti program pertukaran pelajar adalah beban yang dilimpahkan kepada orang tua, dan secara otomatis hanya dapat diikuti oleh keluarga dengan ekonomi yang memadai.

SMA Nakamura juga mengundang mahasiswa asing yang sedang belajar di berbagai universitas di Nagoya untuk memberikan informasi tentang negaranya kepada siswa-siswa melalui program pertukaran budaya.

Dalam kaitannya dengan upaya mengenalkan siswa kepada kehidupan pasca SMA, diadakan program Nakamura Mirai Juku, yang melibatkan alumni SMA Nakamura untuk memberikan kuliah tentang bidangnya.

Tulisan asli dari artikel ini dan tulisan tentang pendidikan di Jepang dapat juga diakses melalui: SMA Nakamura

Kontributor:Murni Ramli.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: